• Wednesday 8th of December 2021 07:37:04 AM
Cover Berita

Prodi BK FKIP UPR "SIAP MERDEKA BELAJAR"

Palangka Raya - Untuk persiapan perkuliahan semester genap tahun 2020/2021, Prodi BK telah melaksanakan rapat awal semester pada hari kamis, 18 Februari 2021 pada pukul 08.30 s/d 10.00 WIB bertempat di ruang program studi Bimbingan dan konseling yang bertujuan untuk menjalin silaturahmi sesama tenaga pengajar serta demi menjaga kelancaran perkuliahan ke depannya. Kegiatan rapat awal semester ini dibuka langsung oleh ketua Prodi BK yaitu Romiaty, S.Psi., M.Pd., Psikolog dan dihadiri oleh 8 tenaga pengajar dan 1 Staff administrasi Prodi. Beberapa hal yang mejadi topik utama dalam pembahasan rapat tersebut antara lain: 1) evaluasi perkuliahan semester ganjil tahun akademik 2020/2021; 2) Penawaran  mata kuliah dan jadwal perkuliahan pada semester genap tahun akademik 2020/2021; 3) Pembimbingan penulisan artikel jurnal mahasiswa sebagai syarat pendaftaran yudisium;  dan 4) Implementasi program Merdeka belajar - Kampus merdeka (MBKM).

Kegiatan rapat diawali dengan agenda evaluasi perkuliahan dilakukan dengan memberikan kesempatan setiap tenaga pengajar pada Prodi BK untuk menyampaikan kendala dan kesulitan perkuliahan yang dilakukan pada semester ganjil tahun akademik 2020/2021. Beberapa kendala yang disampaikan antara lain terkait minimnya jumlah absensi perkuliahan dan partisipasi mahasiswa dalam perkuliahan. Informasi yang di dapatkan, masalah tersebut terjadi sebagai dampak akses jaringan internet yang kurang memadai. Berdasarkan hasil diskusi antara tenaga pengajar, masalah tersebut akan ditanggulangi dengan solusi-solusi seperti menghimbau mahasiswa dalam waktu perkuliahan untuk tinggal di kota Palangka Raya ataupun berpindah ke daerah yang jaringannya memadai di lokasi dekat tempat tinggalnya. Pendataan juga akan dilakukan terhadap mahasiswa yang tetap memilih tinggal di kampung halaman untuk melakukan validasi tingkat kualitas daerah di jaringannya. Selain solusi-solusi tersebut, untuk meningkat partisipasi mahasiswa dengan melakukan pembelajaran daring asinkron (tak langsung). Pembelajaran daring asinkron dilakukan dengan merekam perkuliahan yang dilakukan dan dosen bersangkutan dapat mengunggah ke social media seperti youtube, facebok, Instagram dan lainnya. Mahasiswa dapat mengakses video pembelajaran tersebut kapan saja tanpa terikat dengan waktu pada jadwal perkuliahan. Tentunya solusi tersebut hanya ditujukan bagi mahasiswa yang benar-benar terkendala jaringan di daerahnya dan tidak dapat meninggalkan kampung halamannya karena alasan tertentu. Pemberian tugas responsi terkait materi perkuliahan tiap pertemuan juga akan mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam mendengar dan menyimak materi perkuliahan.

Pembahasan agenda kedua yaitu penawaran mata kuliah dan jawal perkuliahan. Pada topik ini, pada tenaga pengajar prodi BK FKIP UPR telah menyetujui dan menyepakati draft penawaran mata kuliah dan jadwal yang telah di sampaikan oleh prodi. Pada semester genap tahun akademik 2020/2021 total ada 76 SKS yang masing-masing terbagi pada semester 2, 4, 6 dan 8.

 

Untuk menindaklanjuti instruksi Dekan FKIP UPR yang mensyaratkan mahasiswa wajib menggunggah artikel penelitiannya di repository atau di jurnal  sebagai salah satu syarat untuk yudisium. Ketua Program studi menginformasikan template yang digunakan dalam pembuatan artikel sesuai buku panduan penulisan skripsi FKIP UPR tahun 2020 kepada tenaga pengajar selaku dosen pembimbing skripsi. Akan tetapi, Jika para mahasiswa dan dosen pembimbing yang bersangkutan berencana untuk menerbitkan artikel jurnal di dalam atau pun di luar UPR,  mahasiswa dan dosen pembimbing tersebut dapat mengikuti atau menyesuaikan template jurnal yang dituju. Ketua program studi akan memberikan surat rekomendasi sebagai tanda bukti mahasiswa telah melakukan pembuatan artikel dan melakukkan submit di jurnal yang dituju. Susunan penulis pada artikel tersebut yaitu mahasiswa sebagai penulis 1, dosen pembimbing 1 sebagai penulis ke-2 dan dosen pembimbing 2 sebagai penulis ke-3.

Pada agenda terakhir, pembahasan yang dilakukan terkait implementasi program  kampus merdeka. Tujuan kebijakan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM), program “hak belajar tiga semester di luar program studi” adalah untuk meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian. Program-program experiential learning dengan jalur yang fleksibel diharapkan akan dapat memfasilitasi mahasiswa mengembangkan potensinya sesuai dengan passion dan bakatnya. Dari 8 bentuk merdeka belajar, Prodi BK telah menyepakati bentuk kegiatan pembelajaran kampus merdeka serta jumlah SKS-nya antara lain: 1) Asistensi mengajar (14 sks), Penelitian/riset (10 sks) dan Pertukaran pelajaran (16 sks). Total SKS kegiatan MBKM pada Prodi BK adalah 40 SKS yang akan di tempuh pada 3 semester. Nantinya nilai kegiatan MBKM tersebut akan dikonversikan dengan mata kuliah yang telah disepakati dan ditentukan oleh program studi. (DA)